Sedotan Dan Plastik Sekali Pakai

Matabola – Parlemen Eropa secara resmi akhirnya memberlakukan pelarangan mempergunakan peralatan plastik sekali pakai. Larangan itu diberlakukan pada seluruh Uni Eropa. Prakarsa ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik dunia.

Usai melakukan perundingan yang begitu alot dan memakan waktu kurang lebih 12,5 jam, akhirnya runding yang dilakukan di Parlemen Eropa itu pada hari Rabo memberikan hasil persetujuan larangan mempergunakan peralatan plastik sekali pakai, seperti gelas, piring dan juga peralatan-peralatan makan lainnya, termasuk juga sedotan plastik. Aturan ini benar-benar baru akan diterapkan secara penuh dalam waktu dua tahun mendatang.

Yang dilarang nantinya adalah beberapa barang-barang berbahan plastik yang sudah memiliki alternatif non-plastiknya. Contohnya saja piring, tentu saja alternatif non-plastiknya adalah piring kaca dan piring besi. Jadi piring berbahan plastik sudah tidak diperbolehkan.

“Aturan ini bakal mereduksi sampah plastik secara signifikan nantinya,” ucap wakil Austria yang menjabat sebagai Presiden Dewan Eropa. Menteri Urusan Keberlanjutan dan juga Pariwisata Elisabeth Kstinger mengucapkan jika kesepakatan yang diberlakukan itu adalah sebagai bukti “tonggak sejarah dalam cara untuk mereduksi sampah plastik”.

Awalnya terobosan itu adalah usulan dari Komisi Eropa pada bulan Mei yang lalu, dengan tujuan utama adalah untuk mengurangi sampah plastik, terutama pada pembungkus makanan dan juga beberapa barang supermarket. Rancangan UU sudah dipersiapkan akan tetapi masih dalam tahap formal oleh beberapa negara-negara anggota.

Menimbulkan Perubahan Drastis untuk para Konsumen.

Tentu saja aturan ini bakal mengubah kebiasaan para konsumen. Kebijakan ini bakal berdampak pada industri plastik, yang di tahun 2015 berhasil mencapai omset 340 miliar Euro dan juga mempekerjakan sebanyak 1,5 juta pekerja.

Berdasarkan dari komisi Eropa, kebijakan ini bakal mereduksi emisi CO2 hingga sebanya 3,4 juta ton dan juga mengurangi sampah yang terus menerus mencemari lautan. Lebih dari sebanyak 80 persen sampah yang mencemari lautan itu memang terbuat dari bahan plastik.

Salah satu elemen yang sangat penting pada kebijakan ini adalah pelibatan pihak produsen untuk menanggung biaya pembersihan sampah. Dengan kebijakan ini tentu saja, industri tembakau dimasa depan pun harus ikut dalam menanggung biaya untuk pengumpulan puntung rokok demi terciptanya lingkungan sehat.

Bagaimana pendapat kalian jika di indonesia di lakukan peraturan seperti ini? pasti akan bersih yah?

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here