Pabrik Sepatu Bata Digugat Oleh Karyawannya Sendiri

0
286
Pabrik Sepatu Bata Digugat

MataBola Mendapatkan berita terkini tentang PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mendapatkan gugatan dari 4 karyawannya. Dan Karyawan itu bernama Agus Setiawan, Donny hilianton, Budiharta dan juga Abdullah.

Empat karyawan itu melakukan gugatan juga untuk tiga direksi Bata, yaitu Inderpreet Sigh Bhatia Piyush Gupta dan juga Ricardo Lumalessil.

Perkara itu bahkan kini sudah terdaftar pada pengadilan Negeri Jakatra Selatan dengan nomor perkara 859/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL pada 2 November 2018 lalu.

Kuasa hukum yang ditunjuk oleh penggugat adalah Kusnadi dari Kusnadi & Partner mengucapkan bahwa gugatan yang dilakukan itu lantaran para dewan direksi sudah membuat sebuah perbuatan yang melawan hukum

“Para penggugat awalnya sudah terlebih dahulu dilayangkan surat peringatan, mengenai masalah apa saja yang memang saya tidak begitu paham. Hanya saja kemudian para penggugat itu diminta untuk melakukan pengunduran diri, jika tidak dilakukan maka mereka akan diancam dengan pidana,” ucap Kuasa hukum Penggugat

Sementara untuk perbuatan melawan hukum yang sudah dilakukan oleh para terugat itu menurut dari Kusnadi, karena perseroan tidak pernah membentuk lembaga bipartit, seperti yang memang sudah menjadi kewajiban pada UU 13/2003 mengenai Ketenagakerjaan.

Pada Pasal 106 ayat (1) beleid ketenagakerjaan itu memang disebutkan bahwa perusahaan yang memperkerjakan sebanyak 50 karyawan atau lebih itu sudah tentu mempunyai kewajiban dalam membentuk lembaga bipartit. Lembaga ini nantinya mempunyai fungsi untuk menjadi penengah antara pekerja dan juga perusahaan yang mana didalamnya mengenai masalah pekerjaan yang ditengahi.

“Perbuatan melanggar hukum ini tentu saja sudah menjadi hal yang benar yang dilakukan oleh penggugat, para penggugat sendiri sebenarnya juga tidak menjadi masalah mengundurkan diri asal saja semua haknya sampai pensiun benar-benar diberikan,” usap Kusnadi

Dan berdasarkan dari gugatan yang dilakukan para penggugat itu meminta ganti rugi material kurang lebih sebesar Rp. 10 Miliar, dan juga imaterial sebesar Rp 5 Miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here