Anak Karakatau Kini Masih Terus Keluarkan Dentuman Usai Tsunami

0
296
Anak Karakatau Kini Masih Terus Keluarkan Dentuman

Dentuman dari anak gunung Krakatau yang ada di perairan Selat Sunda masih terus terjadi sampai dengan hari Selasa 26/12/2018/ Dentuman dengan interval masih begitu kerap, sekitranya bisa sampai 1 kali dalam setiap tiga menit sekali, seperti sebuah bunyi ledakan.

Dari Desa Sumur sampai pada Desa Labuan, yang jaraknya tidak lebih 49 kilometer itu dentuman masih kerap terdengar. Dari kejauhan, dentuman terdengar dengan disertai oleh cahaya dan kilatan petir yang ada di atas anak gunung krakatau.

Menurut Uni gadis, pedagang nasi padang ia mengaku jika dentuman itu sudah terasa sejak satu tahun belakangan ini.

“Sudah cukup lama suara dentuman itu terdengar, kurang lebih sejak satu tahun yang lalu,” ucapnya ketika ditemui di Desa Labuan, Pandeglang, Banten pada hari Selasa 25/12/2018 malam.

Menurut dirinya, warga sudah merasakan panik setiap kali mendengar dentuman tersebut usai terjadi tsunami pada hari Sabtu 22/12/2018 malam hari yang lalu. Dimana sebelumnya memang suara dentuman itu sudah biasa kita dengarkan.

“Jika dulu mendengar dentuman itu adalah hal yang biasa. akan tetapi sejak kejadian tsunami pada malam minggu itu sekarang setiap mendengar dentuman ada rasa panik.” ujarnya.

Tsunami diduga karena adanya longsoran dari anak gunung Krakatau. Dan akibat kejadian itu setidaknya terdapat 429 orang tewas.

Jaenal selaku Kepala Desa Suka Rame, kabupaten Pandeglang, Banteng mengaku bahwa ada sebanyak 4 warganya yang juga ikut jadi korban pada tsunami yang terjadi pada malam minggu itu. Di desa tempat dirinya tinggal ini hanya terdapat sebanyak 130 kepala Keluarga (KK).

“Ada empat orang yang menjadi korban atas kejadian itu, dua wanita dan dua pria,” ucap Jaenal

Ketika kejadian itu berlangsung, Jaenal dalam kondisi tidur dengan beberapa warga yang lain juga dalam kondisi tertidur lelap. Dan saat itulah, Jaenal pun merasa mendengarkan ada suara orang yang sedang berperang mempergunakan senjata api.

“Saya bangun itu bukan karena dibangunin orang, akan tetapi karena saya mendengar ada suara seperti dentuman orang sedang perang. Saya pikir itu adalah tower terjatuh, eh rupanya itu adalah Tsunami,” ujarnya.

Matabola Mengucapkan berbela sungkawa atas apa yang terjadi di Banten dan Lampung semoga semua korban dapat cepat di temukan dan yang pergi semoga di terima di sisi tuhan, amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here